Tampilkan postingan dengan label Toksin dan Detoksifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Toksin dan Detoksifikasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Agustus 2010

Diet Detoks Singkirkan Racun Tubuh

Siapa pun tahu, yang namanya racun tidak baik untuk tubuh. Dengan cara detoksifikasi alias diet detoks, racun tersebut bisa dikeluarkan. Bagaimana caranya?

Racun yang menumpuk dalam tubuh bisa datang dari mana saja. Bisa dari air, makanan atau udara yang kita hirup. Biasanya tubuh memproses racun-racun tersebut dalam hati dan ginjal, lalu membuangnya lewat keringat, urin dan feses.

Namun karena stres atau dehidrasi, racun tersebut tak bisa keluar seluruhnya dari tubuh. Akibatnya, kita akan mengalami kelelahan, sakit kepala dan berjerawat. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa melakukan detoksifikasi atau penetralan racun.

Apa Itu Diet Detoks?
Kebanyakan makanan yang kita konsumsi sekarang sudah terkontaminasi senyawa kimia atau racun yang tak baik untuk tubuh. Yang dimaksud dengan detoksifikasi, untuk jangka waktu tertentu, Anda tak mengkomsumsi jenis makanan tertentu yang dianggap mengandung racun.

Biasanya dalam satu atau dua hari, Anda hanya mengkonsumsi cairan (air putih, teh dan jus). Jus buah dan sayur, akan mempercepat proses detoks dengan membersihkan tubuh dari racun yang mungkin menjadi penyebab penyakit tertentu. Selain itu, jus juga membantu pencernaan serta sistem kekebalan tubuh.

Hari berikutnya, Anda bisa mulai makan nasi dengan sayuran rebus dan buah untuk memulai diet. Setelah seminggu, Anda bisa menyantap makanan lain, kecuali daging merah, gula, telur dan makanan siap saji.

Dengan program detoks ini, tubuh akan mengeluarkan cairan berlebih yang selama ini mengendap dalam tubuh. Tentunya cairan berlebih itu tak keluar sekaligus. Setidaknya, ini adalah cara ideal untuk memulai metode pola makan baru saat diet yang Anda lakukan tak berhasil.

Setelah melakukan detoks, tubuh akan terasa lebih ringan dan tak kembung lagi. Proses ini memang bekerja memusnahkan makanan yang berbahaya bagi tubuh seperti alkohol, karbohidrat yang terproses dan gula. Kebanyakan mereka yang melakukan detoks akan kehilangan berat 1-1,5 kg pada minggu pertama.

Lanjutkan program ini dengan menjaga asupan makanan atau mengeluarkan makanan tertentu dari daftar makanan dan menggantinya dengan alternatif lain. Hasil yang didapat memang terlihat menggiurkan. Namun, jangan tergoda untuk melakukan detoks panjang.

Anda mungkin akan memulainya dengan penuh semangat dan mengakhirinya di hari ketiga karena kelaparan. Untuk tahap awal, cobalah metode detoks selama akhir pekan atau satu hari. Anda dapat mengulanginya setiap beberapa bulan sekali. Atau bisa melakukan detoks satu hari dan mengulangnya setiap minggu.

Kapan Saatnya Detoks
Jika Anda merasa sudah terlalu lama mengonsumi makanan tak sehat, makanan cepat saji dan alkohol, atau jika Anda merasa tubuh letih, lesu dan kembung, mungkin ada baiknya melakukan detoks. Dengan cara ini, sirkulasi pembuangan akan menjadi lebih teratur. Fungsi hati dan ginjal akan lebih baik. Kulit juga menjadi lebih bersih dan mulus. Ketidakseimbangan hormon, stres, dan kondisi inflamasi lainnya bisa dikurangi.

Namun bagi Anda yang sedang hamil atau menyusui, memiliki berat badan di bawah normal, menderita gagal ginjal, anemia, diabetes tipe 1, penyakit hati yang parah, sedang menjalani pengobatan atau dalam pengawasan dokter, jangan melakukan detoks. Saat detoks, tubuh akan meluruhkan gula dan kafein. Anda akan merasa lelah dan sedikit sakit kepala.

Bagi mereka yang berada dalam kondisi di atas akan sangat berbahaya. Itu sebabnya, detoks hanya boleh dilakukan oleh mereka yang sehat. Karena efek lelah dan pusing tadi, saat melakukan detoks disarankan jangan membuat janji. Jika ingin berolahraga, lakukanlah olahraga ringan.

Apa pun yang Anda lakukan, pastikan Anda menikmatinya. Anda bisa membaca, menonton DVD, bersantai sambil memanjakan diri atau hanya berbaring. Setelah program ini berakhir, Anda akan merasa penuh semangat dan seperti terlahir kembali.(KOMPAS)

Note : Diet Detoks untuk saat ini sudah terbukti paling baik menggunakan Greenfield Organic (GFO) dari Melilea, karna saya sendiri sudah melakukan detoks. GFO Melilea mengandung 20 macam sayur2an dan biji2an organik yang dijadikan bubuk sehingga mengandung serat yang sangat tinggi sekali, dan cara makannya pun sangatlah mudah, dicampur air dan dikocok, sudah bisa langsung diminum. Hari ini minum, minimal malam nya pun sudah mulai kelihatan racun yg keluar dari BAB. : Detoks Terapi Puasa Organik dengan Melilea GFO
READ MORE - Diet Detoks Singkirkan Racun Tubuh

Detoks Alami dengan Berpuasa

Sering sakit kepala atau mudah lelah ternyata merupakan salah satu indikasi jumlah toksin dalam tubuh sudah melampui batas kemampuan sistem pembuangan. Dalam kondisi seperti ini, kita butuh terapi atau program detoks tambahan. Berpuasa merupakan cara detoksifikasi alami yang aman dan efektif.

Toksin dalam ilmu gizi adalah semua zat yang tidak diperlukan tubuh dan akan meracuni sel-sel tubuh jika jumlahnya berlebihan. Racun-racun ini berasal dari polusi, asap rokok, bahan pengawet, obat-obatan, hingga stres. Di dalam tubuh racun-racun ini akan memicu terjadinya berbagai kondisi penyakit, menyebabkan tubuh kekurangan energi, dan penuaan dini.

Detoksifikasi yang benar, menurut dr.Samuel Oetoro, MS, ahli gizi dari Semanggi Clinic, adalah dengan cara memberi kesempatan bagi tubuh agar lebih leluasa melakukan pembuangan. Organ yang memegang peranan kunci dalam proses detoksifikasi adalah saluran pencernaan.

Saat kita berpuasa, tubuh secara alami akan menurunkan intensitas proses pencernaan serta meningkatkan proses pembuangan racun dari dalam tubuh.

"Selama berpuasa kurang lebih 14 jam, sel-sel dan organ tubuh yang berhubungan dengan saluran cerna beristirahat dari menerima segala jenis makanan, tetapi metabolisme masih berjalan untuk membakar sel-sel yang tidak diperlukan tubuh dan membuangnya," kata Samuel.

Selain itu, saat puasa makanan yang masuk ke dalam tubuh juga lebih sedikit. Otomasis racun-racun dalam makanan yang masuk pun sedikit. Karenanya, proses detoks akan berjalan lebih efektif.

Meski demikian, proses pembuangan racun tidak bisa berlangsung dengan cepat. Apalagi jika racun sudah terbentuk lama, proses pengeluarannya pun butuh waktu. Proses pembersihan tubuh saat puasa biasanya baru terjadi sesudah beberapa hari setelah puasa.

Nah, agar detoks alami ini memperoleh hasil maksimal, perbanyak konsumsi air putih atau jus buah segar saat sahur dan berbuka. Konsumsi pula sayur dan buah segar selama puasa. "Makanan tinggi air dan serat akan membantu melancarkan pembuangan dari usus. Selain itu serat akan membuat perut kenyang lebih lama," kata Samuel.

Sumber : KOMPAS

Baca juga : Puasa (Ramadhan) bersama Melilea GFO
READ MORE - Detoks Alami dengan Berpuasa

Pola Makan Pendukung Detoksifikasi

Banyak sekali manfaat kesehatan yang dapat diperoleh melalui puasa, termasuk detoksifikasi. Pola makan yang seimbang dan terkontrol juga akan menurunkan kelebihan berat badan. Namun, semua tujuan ini akan tercapai kalau kita membatasi makanan tinggi protein dan lemak serta yang mengandung gula. Untuk mendapatkan tubuh yang bugar, sehat, dan mendukung pengeluaran racun dari tubuh selama bulan Ramadhan, simak tips dari dr Phaidon L Toruan, ahli nutrisi dan diet, berikut ini:

1. Konsumsi karbohidrat kompleks saat sahur.
Karbohidrat kompleks lebih lambat dipecah menjadi gula darah sehingga gula darah tidak mengalami fluktuasi yang tinggi. Gula darah stabil, dan ini sangat membantu metabolisme energi tubuh sehingga perut terasa lebih kenyang hingga waktu berbuka. Menu karbohidrat ideal saat sahur adalah ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah, dan buah-buahan.

2. Buah dan sayuran saat sahur.
Puasa bagi tubuh adalah program detoksifikasi. Usus besar diistirahatkan dan tubuh berkesempatan membuang ampas metabolisme. Sisa-sisa makanan, khususnya daging yang membusuk di usus besar, bisa dibersihkan. Alat pembersih utamanya adalah serat tidak larut yang terdapat dalam sayuran. Sementara itu, buah juga kaya akan vitamin, mineral, enzim, serat, dan antioksidan yang membantu proses detoksifikasi.

3. Kurangi gorengan.
Gorengan membuat sel darah merah menggumpal seperti pacar cina. Akibatnya, hantaran oksigen berkurang bisa sampai 20 persen sehingga kita jadi mudah mengantuk pada siang hari.

4. Kurangi gula Guna kesehatan, idealnya, yang manis datangnya dari yang alami.
Gula pasir yang terkandung di dalam berbagai makanan dan minuman akan menyebabkan lonjakan gula darah. Inilah yang harus dihindari. Bila pola makan selama sebulan penuh sarat dengan gula, pada saat Idul Fitri, akan terjadi efek yoyo. Berat badan yang hilang selama puasa akan kembali normal, bahkan lebih berat dari sebelumnya. Bila ini terjadi terus-menerus, berat akan terakumulasi dan akan menyebabkan obesitas. Manis yang ideal saat berbuka bisa didapat dari gula aren, kurma, madu, gula stevia, atau buah segar.

Sumber : KOMPAS

Makanan Sempurna Untuk Berbuka Puasa dan membantu Proses Detoksifikasi : 

READ MORE - Pola Makan Pendukung Detoksifikasi

Kamis, 22 Juli 2010

Artis : Sarah Sechan, Mulai Rasakan Manfaat Detox

Artikel ini diambil dari Kapanlagi.com

Presenter dan mantan VJ MTV, Sarah Sechan, yang sudah jarang diulas di media, kini muncul kembali dengan penampilan barunya. Ia sekarang terlihat lebih langsing dengan wajah yang berseri-seri. Apa rahasianya?
"Aku baru saja selesai ikut program detox, efeknya sekarang wajah lebih segar dan berat badan mulai turun," kata Sarah di Jakarta, Selasa.

Program Detox adalah upaya membuang timbunan racun yang menumpuk selama bertahun-tahun di dalam tubuh.

Ia mengaku dengan program detox selama 10 hari, banyak perubahan yang dirasakannya. Misalnya

tubuhnya terasa lebih ringan karena racun-racun dalam tubuh keluar setelah rutin meminum air putih minimal tiga botol besar sehari.

"Aku tidak boleh makan telor, daging sapi, daun singkong, susu, durian, aduh pokoknya yang enak-enak tidak boleh," ujar pemilik nama lengkap Sarah Meirizka Hardiany Sechan ini.

Perempuan kelahiran Bandung, 9 Mei 1974 ini mengaku tertarik mengikuti program detox karena melihat beberapa rekannya yang sukses melakukan detox.

"Salah satunya Robby Tumewu, wajahnya segar berseri-seri. Ibu mertua saya juga ikut program ini, karena itu saya ikut mencoba," katanya.

Diakui Sarah, mengikuti program ini tak membuat berat badannya turun drastis. Pasalnya, Sarah yang doyan makan berbagai jenis makanan tetap saja makan dalam porsi biasanya.

"Makan ikan tetap boleh, ayam dan sayuran juga. Aku ingin program makan dengan sehat supaya badan juga sehat," demikian Sarah.

READ MORE - Artis : Sarah Sechan, Mulai Rasakan Manfaat Detox

Senin, 04 Januari 2010

Makanan Berkemampuan Detoksifikasi

BERBAGAI reaksi kimia kompleks secara terus menerus berlangsung di dalam tubuh. Proses ini menghasilkan sampah yang harus dikeluarkan. Sampah sisa proses kimia  termasuk zat dari obat-obatan dan zat-zat berbahaya yang dihirup dari lingkungan juga ikut terakumulasi di dalam tubuh, padahal perlu dikeluarkan. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan diet mengonsumsi makanan yang bisa mencegah pembentukan racun dan membantu mengeluarkannya. Berikut pola diet yang bisa membantu Anda memerangi pembentukan racun di dalam tubuh.

Pastikan mengonsumsi paling tidak satu takar jenis sayuran ini (termasuk brokoli, kol bunga, buah bit, sayuran kol, lobak, selada, dan kubis) setiap harinya.  Ada baiknya mengganti snack yang berlemak dengan sayur mentah yang telah dipotong-potong.

Konsumsi bawang putih dan bawang merah. 
Jangan lupa mengonsumsi bawang merah dan putih setiap harinya, baik sebagai penambah rasa di menu utama atau dikonsumsi mentah bersama sandwich. Makanan ini berfungsi meningkatkan aktivitas enzim yang membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Dengan begitu, proses pengeluaran racun akan lebih cepat. Berusalah makan 2-5 siung bawang putih setiap minggu. Idealnya, bawang putih bisa dikonsumsi setiap hari.

Ikan. 
Jangan lupa mengonsumsi oily fish seperti tuna, salmon atau sarden paling tidak 2 kali seminggu.

Daging dan unggas. 
Pilihlah daging yang rendah lemak dan unggas, konsumsi dalam porsi kecil, kurangi frekuensi konsumsi makanan berbahan dasar daging, dan perhatikan cara memasaknya. Daging merah jika dimasak dengan suhu tinggi akan menghasilkan substansi racun yang dikenal dengan nama  amines (HAAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Kedua zat ini berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, daging dan ikan asap juga merupakan sumber racun yang dikenal dengan nama nitrosamines. Zat-zat kimia ini selanjutnya akan diubah menjadi zat yang lebih beracun lagi oleh enzim detoksifikasi yang overaktif.

Protein tumbuhan. 
Mulailah mengonsumsi lebih banyak protein tumbuhan dibandingkan protein hewan. Anda bisa mendapatkan protein dari makanan seperti susu, telur, tahu dan organ daging seperti liver yang mengandung lebih sedikit atau bahkan ada yang tidak mengandung racun heterocyclic aromatic amines (HCA-toxin). Cobalah menggunakan produk kedelai mulai dari bijinya, susu, keju dan tahu.

Biji-bijian dan kacang-kacangan. 
Biji-bijian seperti biji bunga matahari, biji labu atau biji wijen dan kacang-kacangan merupakan pilihan snack yang sehat disamping yogurt dan buah.

Telur. 
Sebutir telur rebus bisa menjadi sumber protein yang bagus, mudah dibawa, murah dan bisa digunakan sebagai snack dan hanya mengandung sedikit atau ada juga yang tidak mengandung heterocyclic aromatic amine (HCA).

Daging dan vitamin C. 
Hindari ikan dan daging asap sebisa mungkin. Tetapi jika harus mengonsumsinya dalam acara tertentu, pastikan disertai dengan vitamin C dosis tinggi (jus lemon atau tomat) yang berfungsi membantu menetralkan efek nitrosamines.

Sumber : Media Indonesia
READ MORE - Makanan Berkemampuan Detoksifikasi

Jumat, 13 November 2009

Detoksifikasi (Detox)

Detoksifikasi merupakan investasi kesehatan yang paling utama (kualitas sel yang baik menentukan kesehatan Anda).


Detoksifikasi (detoks) adalah proses pengeluaran racun (toksin) atau zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh. Puasa merupakan salah satu metode efektif detoksifikasi. Pembersihan dan detoks meningkatkan proses alamiah pengeluaran toksin dari dalam tubuh kita. Organ vital yang menjadi target dalam program pembersihan racun yang efektif adalah susu besar (pengeluaran) dan liver (detoksifikasi).Hampir semua penyakit degeneratif dapat dihubungkan dengan kondisi keracunan dalam saluran usus (intestinal toxemia). Mengapa? Karena setiap jaringan dalam tubuh mendapatkan makanan dari darah, dan darah mendapatkannya dari usus. Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh kita akan terserap ke dalam darah melalui dinding-dinding usus. Artinya, toksin yang berada usus juga akan ikut beredar bersama aliran darah sampai ke sel-sel di seluruh penjuru tubuh kita. Toksin-toksin inilah yang menyumbangkan terjadinya berbagai kondisi penyakit kronis, akut, dan degeneratif. Begitu juga menurunnya tingkat energi dan penuaan dini.


Kenali Organ-Organ Detoksifikasi Anda
Berpuasa adalah satu-satunya cara untuk membersihkan tubuh Anda dengan sepenuhnya
1. Organ Detoksifikasi adalah Hati
  • Hati adalah pabrik kimia dalam badan / tubuh kita, Toksin dapat disimpan di dalam lemak atau badan.
  • Proses metabolisme terganggu
  • Kandungan toksin terlalu banyak
  • Toksin tidak dapat diurai/dicerna
  • Tersimpan dalam lemak
2. Usus besar area penghasilan toksin :
  • 24-28 jam, sisa makanan dibuang dari system pencernaan
  • 72 jam, Pembentukan kotoran tersumbat
  • Sisa-sisa makanan akan membusuk dan berfermentasi, menghasilkan bacteria didalam usus besar
  • Pembentukan toksin menyebabkan Autotoksifikasi
Kotoran tersumbat dalam usus lebih dari 5kg dapat menyebabkan Autoksikasi :
  • Ammonia (toksin hati)
  • Nitrosamine, indole and skatole (toksin kanker)
  • Phenols & cresols (pemacu kanker)
  • Estrogens (toksin kanker, pemacu kanker payudara)
  • Secondary bile acids (toksin kanker)
3. Ginjal adalah Fungsi Penyaring & Penyeimbang :
  • Metabolisme cairan
  • Penyeimbang kadar pH dalam darah
  • Menyeimbangkan elektrolit
  • Pembuangan urea
4. Kulit ialah saluran utama untuk pembuangan toksin melalui peluh :
  • Bahan toksin yang larut dalam air (ammonia, asid laktik, urea dan logam berat akan dibuang dari badan melalui peluh)
  • Gejala kulit sensitive menunjukkan reaksi kulit atas rangsangan luar
  • Bagi mereka yang hati dan ginjalnya berfungsi terlalu lemah, biasanya kulit kelihatan lebih kasar & kusam
5. Ovari/Rahim ialah organ pembuang toksin utama bagi wanita :
  • Darah haid tidak dapat dibuang dengan sempurnanya
  • Tidak datang haid dalam tempoh masa panjang
  • Wanita hamil dengan fungsi detoksifikasi yang lemah (pening & muntah)
  • Lendiran bersifat merangsang dalam vagina

Gambar Hasil Detoksifikasi dengan Melile Greenfield Organic (GFO)

  • Makanan organic berfungsi yang bebas pencemaran dari USA
  • Makanan organic berfungsi terbaik untuk Naturopati
  • Kaya dengan serat dan khasiat-khasiat untuk Detoksifikasi
  • Khasiat makanan organiknya lebih tinggi
Cara penanaman Bahan Greenfield Organic Melilea :
  • Tanah harus diistirahatkan selama 3 tahun
  • Tidak ada sumber polusi sekitar / radius 30 km
  • Mengontrol aktivitas orang & mobil yang keluar masuk ladang
  • Limit kecepatan mobil sampai 8 km/jam, berbahan bakar bensol
  • Tidak menggunakan hebisida dan bahan-bahan kimia lainnya
  • 5-star Makanan Organik Berfungsi (Organik Bintang 5)
  • Berdasar pada 3 fungsi terbaik : fungsi organic, fungsi penyembuhan alami, fungsi naturopati
Melilea Greenfield Organic pilihan terbaik untuk Pembuangan Toksin :
  • Membantu membersih dan detoksifikasi tubuh
  • Merelakskan tubuh semasa berpuasa
  • Menguatkan fungsi hati terutama menghilangkan toksin dari badan
  • Meningkatkan pengeluaran toksin dari usus, ginjal dan kulit
  • Meningkatkan peredaran darah, penyerapan nutrient dan gas oksigen
  • Menyediakan nutrient yang alami dan seimbang kepada tubuh
Reaksi Positif setelah Konsumsi Melilea Greenfield Organic :
1. Jangka Waktu 3-6 hari
  • Proses buang air lebih sering, dikarenakan usaha tubuh mengeluarkan kotoran tersumbat dari usus
  • Gas lambung meningkat, sebagai efek Detoksifikasi normal
  • Tubuh terasa nyeri jika selama ini kandungan PH tubuh Asam
  • Kotoran mengambang di permukaan toilet
2. Jangka Waktu 6-45 hari
  • Pengurangan Toksin di Colon
  • Mengurangi tekanan pada Liver dan mencegah tubuh menyerap toksin kembali
  • Toksin di seluruh organ tubuh dan aliran darah berkurang
  • Menyeimbangkan system hormon, memberi pengaruh pada kulit
3. Jangka Waktu 45 hari …
  • Tubuh mulai bersih dari toksin
  • Proses penyembuhan terjadi
  • Daya tahan tubuh terhadap penyakit meningkat secara efektif. Tubuh mencapai tahap kesehatan alami dan vitalitas yang maksimal.
Perut adalah sumber dari segala penyakit, pendapat menurut :
  • Nabi Muhammad SAW bersabda “Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat” (H.R. Muslim).
  • Sir Arbuthnot Lane,M.D – London : “Saya telah mengalami bahwa banyak kasus pembedahan dapat dihindari dengan cara mencuci usus, karena 90% dari penyakit manusia dimasa kini disebabkan oleh usus yang kotor dan tidak berfungsi dengan normal”.
  • Dr.Norman Walker,Dsc, Phd – USA : “Cuci usus akan menghilangkan sembelit, rasa lesu, penyakit lemah pencernaan, sakit sendi, sakit pinggang, perut kembung, kencing manis dan lain-lain”.
  • Henry B Beyler seorang Doktor di USA telah membuat 4 (empat) kesimpulan dari pengalaman beliau dibidang kesehatan selama 55 (lima puluh lima) tahun :
  1. Penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan racun/toksin yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri.
  2. Dalam banyak kasus penggunaan obat untuk penyembuhan penyakit berbahaya, efek samping dari obat tersebut dapat membawa kematian.
  3. Makanan organik adalah pilihan terbaik untuk mengusir penyakit dan menguatkan tubuh.
  4. Naturopati memadukan teori dan praktikal pemahaman pengobatan alami, manusia mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus menerus didalam tubuh.

READ MORE - Detoksifikasi (Detox)

Sabtu, 11 April 2009

Toksin di sekitar kita

“ Jika timbunan toksin tidak dibersihkan, maka akan mengakibatkan iritasi, peradangan pada jaringan, dan menurunkan fungsi normal dari setiap organ tubuh “

Disadari atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kuman, racun (toksin) berada disekitar kita dan kita hidup bersama dengan mereka. “Ribuan hingga jutaan toksin berada di sekeliling kita dan siap melawan sistem kekebalan ubuh kita,” kata dr. M Rusmin, alumnus Fakultas Kedokteran, Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI), Jakarta.

Bila dibiarkan, lanjut Rusmin, racun-racun tersebut perlahan-lahan akan membahayakan kesehatan tubuh manusia.
Karyawan Dinas Kesehatan yang menjabat Kepala UPT di salah satu puskesmas di Pontang, Serang, Tangerang ini menjelaskan, toksinyang masuk kedalam tubuh menyebabkan tubuh mudah lelah, mudah sakit, wajah terlihat pucat, dan kurang bersemangat. “Toksin-toksin yang sering hinggap ditubuh manusia karena pengaruh lingkungan dan akibat gaya hidup yang tidak sehat.” Ujar pria kelahiran Padang pariaman, 22 Desember ini.

Rusmin menegaskan, orang yang tinggal dekat dengan tempat pembuangan limbah, kotor, asap atau emisi gas buangan kendaraan bermotor, sangat rawan terhadap serangan toksin. Selain itu, makanan yang dimakan juga bisa mengandung toksin yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh.

Begitu juga dengan obat farmasi. Apabila sulit diproses didalam tubuh, obat-obatan farmasi lama-lama akan menjadi racun didalam darah. Dampaknya akan merusak organ penting didalam tubuh.

Namun, ungkap Rusmin, dari semua itu gaya hidup manusia memiliki pengaruh yang besar terhadap serangan toksin. “orang yang terbiasa merokok dan terkena asap rokok besar kemungkinan terkena serangan penyakit jantung, kanker paru-paru, dan lainnya yang diakibatkan dari pengaruh toksin-toksin yang terdapat didalam rokok,”jelas Rusmin.

Toksin yang sebagian besar larut kedalam lemak, bila mengalami akumulasi dalam otak dan kelenjar endokrin, maka dapat menimbulkan disfungsi otak dan gangguan hormon (kesuburan).

Rusmin mengungkapkan, jika timbunan toksin tidak dibersihkan maka akan mengakibatkan iritasi, peradangan pada jaringan, menurunkan fungsi normal dari setiap organ tubuh. Selain itu juga akan merusak proses metabolisme tubuh dan menimbulkan beragam penyakit berbahaya, seperti alergi, asma, keterbelakangan mental, jantung, dan kanker.

“ Menetralkan racun .........

Tubuh manusia memiliki mekanisme detoksifikasi yang mengeluarkan racun-racun dari dala tubuh. Tuhan telah menciptakan liver sebagai pusat detoksifikasi alamiah yang mampu menetralisasikan semua racun didalam tubuh. Liver, organ paling utama dalam proses detok didalam tubuh, melakukan detoksifikasi setiap hari.

Ada dua fase proses detox, pertama liver mengubah sifat racun dari toksin atau dinetralkan. Kedua, toksin yang telah dinetralkan diubah sifat senyawanya sehingga larut dalam air dan dibuang keluar tubuh lewat urine dan keringat.

Tapi, kerja liver ini bisa terganggu jika racun terlalu banyak mengendap ditubuh kita. Akibatnya, fungsi liver bisa menurun. Tanda-tanda menurunnya fungsi liver, antara lain ditandai dengan tubuh mudah lelah, mual, kembung, beratbadan naik, asam urat naik, kadar kolesterol tinggi, masuk angin, kram, mudah lapar, hingga otot-otot terasa pegal.

Bila gejala-gejala seperti itu dibiarkan saja tanpa ada upaya untuk memperbaiki fungsi liver, dampaknya bisa memunculkan penyakit degeneratif, seperti kanker, pengerasan liver, kencing manis, darah tinggi, jantung koroner, stroke, dan penuaan dini.

Para pakar kesehatan mengemukakan kesehatan tubuh itu sebenarnya berawal dari usus besar yang sehat. Pola makan dan pola hidup yang tak sehat akan menyisakan kerak yang menempel di dinding usus besar.

Selama kerak didinding usus besar tidak dibersihkan, proses penyerapan racun akan terus berlangsung. Selanjutnya, racun akan masuk ke pembuluh darah dan membebani kerja liver sebagai pusat metabolisme yang bekerja membongkar semua sampah.

Meski secara alamiah tubuh manusia mampu melakukan detox setiap hari, kemampuan tubuh manusia untuk membuang toksin terbatas. Ditambah lagi jika gaya hidup tidak sehat dan lingkungan tempat tingal banayk polusi, kemampuan liver untuk melakukan detoksifikasi semakin tidak optimal.

Untuk mengoptimalkan kerja liver dalam melakukan detoksifikasi itu bisa dibantu dengan mengonsumsi makanan tambahan/suplemen.Produk makanan tambahan itu untuk mengoptimalkan kerja liver. Namun, menerapkan “ Gaya Hidup Sehat “ jauh lebih penting agar tak banyak jumlah racun yang masuk ke tubuh kita.

Sumber : Republika

READ MORE - Toksin di sekitar kita

Jumat, 10 April 2009

OOT : Jenis-jenis Toksin Marin Alami

TOKSIN adalah suatu substansi yang mempunyai gugus fungsional spesifik, letaknya di dalam molekul dan menunjukkan aktivitas fisiologis kuat. Toksin atau racun biasanya terdapat dalam tubuh hewan, tumbuhan bakteri dan makhluk hidup lainnya, merupakan zat asing bagi korbannya atau bersifat anti-gen dan bersifat merugikan bagi kesehatan korbannya.

Pembahasan kali ini tentang jenis-jenis racun terutama dalam tubuh mahluk yang hidup dalam air, untuk menghindari timbulnya bahaya akibat mengkonsumsi ikan dan kerang-kerangan. Selain itu pengetahuan tentang struktur toksin akan membuka wawasan akan kemungkinan pemanfaatannya sebagai obat.

Di Indonesia, hingga saat ini penelitian terhadap toksin marin belum banyak dilakukan. Tulisan ini akan membahas beberapa jenis toksin marin, seperti Tetodotoxin, Ciguatoxi, Paralytic shellfish poison (PSP), Amnestic shellfish poison (ASP), Diarrhetic shellfish poison (DSP) dan Neurotoxic shellfish poison (NSP).

Secara biologis toksin memegang peranan penting dalam hidup binatang dalam terutama menangkap mangsa sebagai pertahanan diri dari gangguan. Secara fisiologis berfungsi pula dalam proses reproduksi. Toksin merupakan substansi yang mempunyai gugus fungsional spesifik, letaknya di dalam molekul dan menunjukkan aktivitas fisiologis yang kuat. Istilah untuk toksin marin, digunakan untuk racun yang berasal dari organisme laut. Istilah lain yang ada kaitannya adalah racun atau ”bisa”.

Toksin masuk ke dalam tubuh melalui mulut, sedangkan ”bisa” melalui sengatan atau gigitan. Kebanyakan toksin ini diproduksi oleh alga (fitoplankton). Toksin terakumulasi dalam tubuh ikan yang mengkonsumsi alga tersebut atau melalui rantai makanan lain. Yang unik dari toksin adalah tidak dapat dihilangkan atau tidak rusak dengan proses pemasakan.

Tetrodotoxin (Puffer Toxin)
Tetrodotoxin adalah toksin yang ditemukan pada beberapa spesies ikan buntal ”puffer” (Fugu sp). Lebih dari 100 spesies ”puffer fish” (famili Tetraodontidae) menyebar dari perairan sedang hingga tropis, tetapi hanya sekitar 10 spesies yang dikonsumsi, khususnya di Jepang. Jenis ikan buntal beracun yang terdapat di Indonesia, antara lain: Buntal Duren (Diodon hytrix) dari famili Diodontidae bergigi lempeng dan kuat. Buntal Landak (Diodon holacanthus) bersirip 14, berduri lemah pada punggung, dada, pada sirip dubur terdapat 23 duri lemah. Buntal Kotak (Rhynchostrcion nasus) dan Buntal Tanduk (Tetronomus gibbosus) berduri di kepalanya termasuk famili Ostraciontidae. Buntal Kelapa (Arothron reticularis), berciri duri lemah antara 10 - 11 pada sirip punggung, 9 - 10 pada sirip dubur dan 18 pada sirip dada. Buntal Pasir (Arthron immaculatus), Buntal Tutul (A. aerostaticus) dan Buntal Pisang (Gastrophysus lunaris).

Semua jenis ikan buntal tersebut beracun, akan tetapi tingkat toksisitas diantara spesies tersebut berbeda. Ikan buntal biasanya hidup di daerah terumbu karang. Daging segar dan beberapa bagian dari tubuh ikan buntal mungkin aman dimakan dalam keadaan mentah atau dimasak. Tetapi bagian lainnya seperti kandung telur (ovari) (tertinggi, sebagai alat perlindungan diri dari pemangsa) dan hati sangat beracun, juga mata, kulit, saluran pencernaan dan jeroan lainnya.

Gejala keracunan, diawali rasa mual, muntah, mati rasa dalam rongga mulut, selanjutnya muncul gangguan fungsi saraf yang ditandai dengan rasa gatal di bibir, kaki, tangan. Gejala selanjutnya, terjadi kelumpuhan dan kematian akibat sulit bernapas dan serangan jantung. Gejala tersebut timbul selama 10 menit hingga 3 jam setelah mengkonsumsinya.

Paralytic Shellfish Poison
Senyawa toksik utama dari ”paralytic shellfish poison” adalah ”saxitoxin” yang bersifat ”neurotoxin”. Keracunan toksin ini dikenal dengan istilah ”Paralytic shellfish poisoning” (PSP). Keracunan ini disebabkan karena mengkonsumsi kerang-kerangan yang memakan dinoflagelata beracun. Dinoflagelata adalah agen saxitoxin dimana zat terkonsentrasi di dalamnya. Kerang-kerangan menjadi beracun di saat dinoflategelata sedang melimpah karena laut sedang pasang merah atau ‘red tide’.

Di Jepang bagian selatan ditemukan spesies kepiting (Zosimus aeneus), hewan ini mengakumulasi dalam jumlah besar saxitoxin. Dan dilaporkan menyebabkan kematian pada manusia yang mengkonsumsinya. Jenis plankton yang memproduksi saxitoxin adalah Alexandrium catenella dan A. tamarensis, Pyrodinium bahamense.

Keracunan Saxitoxin menimbulkan gejala seperti rasa terbakar pada lidah, bibir dan mulut yang selanjutnya merambat ke leher, lengan dan kaki. Kemudian berlanjut menjadi mati rasa sehingga gerakan menjadi sulit. Dalam kasus yang hebat diikuti oleh perasaan melayang-layang, mengeluarkan air liur, pusing dan muntah. Toksin memblokir susunan saraf pusat, menurunkan fungsi pusat pengatur pernapasan dan cardiovasculer di otak, dan kematian biasanya disebabkan karena kerusakan pada sistem pernapasan.

Amnesic Shellfish Poison
Komponen utama dari amnesic shellfish poison adalah domoic acid. Domoic acid merupakan asam amino neurotosik, dimana keracunannya dikenal dengan istilah ”Amnesic shellfish poisoning”. Keracunan ini diakibatkan karena mengkonsumsi remis (”mussel”). Toksin ini diproduksi oleh alga laut Nitzhia pungens dimana melalui rantai makanan, mengakibatkan remis mengandung racun tersebut.

Domoic acid mengikat reseptor glutamat di otak mengakibatkan rangsangan yang terus-menerus pada sel-sel saraf dan akhirnya terbentuk luka. Korban mengalami sakit kepala, hilang keseimbangan, menurunnya sistem saraf pusat termasuk hilangnya ingatan dan terlihat bingung dan gejala sakit perut seperti umumnya keracunan makanan. Telah dilaporkan toksin tersebut juga dapat mengakibatkan kematian.

Neurotoxic Shellfish Poison
Komponen utama dari neurotoxic shellfish poison adalah brevitoxin. Keracunan yang disebabkan oleh toksin Brevitoxin disebut ”Neurotoxic shellfish poisoning”. Keracunan ini diakibatkan mengkonsumsi kerang-kerangan dan tiram. Toksin ini diproduksi oleh alga laut Ptychdiscus brevis dimana melalui rantai makanan mengakibatkan kerang dan tiram mengandung racun tersebut. Gejala keracunannya meliputi rasa gatal pada muka yang menyebar ke bagian tubuh yang lain, rasa panas-dingin yang bergantian, pembesaran pupil dan perasaan mabuk.

Diarrhetic Shellfish Poison
Komponen utama Diarrhetic shellfish poison adalah okadaic acid. Komponen yang lain adalah pectenotoxin dan yessotoxin. Keracunan yang disebabkan oleh toksin Okadaic acid ini disebut ”Diarrhetic shellfish poisoning”. Keracunan ini diakibatkan mengkonsumsi kepah (mussel) dan remis (scallop). Toksin ini diproduksi oleh alga laut Dinophysis fortii dimana melalui rantai makanan mengakibatkan remis mengandung racun tersebut.

Senyawa dari klas okadaic acid ini mempunyai efek sebagai promotor tumor. Gejala utama keracunan DSP adalah diare yang akut, dimana serangannya lebih cepat dibandingkan dengan keracunan makanan akibat bakteri. Selain itu, mual, muntah, sakit perut, kram dan kedinginan. Hingga saat ini informasi ataupun penelitian yang berkaitan dengan cara penanganan dan atau pengolahan yang mampu untuk mencegah bahaya keracunan toksin tersebut belum banyak diperoleh. (13)– Susiana Purwantisari, Staf Pengajar di Jur. Biologi FMIPA Undipartikel

diambil dari : Harian Suara Merdeka
tanggal 19 Februari 2009
READ MORE - OOT : Jenis-jenis Toksin Marin Alami

Jumat, 03 April 2009

Jenis Penyakit Karena Penumpukan Toksin

Penyakit yang paling biasa diderita akibat penumpukan toksin dalam tubuh adalah Pilek, Flu dan Bronkitis.

Keracunan terus menerus dalam tubuh kita dapat mengakibatkan : Tenaga yang tidak mencukupi bagi jasmani dan rohani, sakit kepala serius, sakit tulang belakang, melemahnya daya penglihatan, menggigil, rasa lemah yang berlebihan, sakit otot, tinnitus, batuk kering dan alergi terhadap debu.
Penumpukan toksin pada bagian bagian yang berlainan pada tubuh akan mengakibatkan penyakit :

1. Penyakit kulit
Untuk menghindari kelebihan toksin didalam darah yang memperburuk keadaan, racun dalam darah akan berusaha keluar melalui kulit. Penumpukan toksin didalam kulit akan mengakibatkan jerawat, furunkel… dan lain lain.

2. Alergi & Asma
Didalam dada terdapat banyak saluran udara yang bercabang cabang. Saluran-saluran udara tersebut membentuk kantong kantong udara dibagian ujung dalam paru paru. Seandainya badan banyak mengandung toksin terutama sisa pembuangan yang bersifat asam, lapisan selaput yang tidak beraturan akan terkena paru paru dan menjadi sensitive, oleh karena itu menyebabkan selaput dipenuhi dengan kotoran yang dapat menyebabkan selaput dipenuhi dengan kotoran yang dapat menyebabkan sakit dan membengkak. Paru paru akan menjadi terlalu aktif dan mengakibatkan penumpukan lendir dalam saluran saluran. 

Dalam usaha menetralisir sisa sisa pembuangan yang beracun, tubuh kita akan mengeluarkan enzim. Kandungan enzim yang berlebihan biasannya mengakibatkan alergi. Apabila penderita mencoba mengeluarkan sisa pembuangan yang berlebihan akan terlihat tanda-tanda seperti asma, batuk, hidung berair, bengkak air di mata dan lain lain. Semua yang berbau akan mengakibatkan alergi asma yang parah.

Alergi asma juga terjadi di kulit, misalnya reaksi yang disebabkan oleh suatu makanan atau gigitan serangga dan lain lain. Selain itu apabila sisa sisa pembuangan berusaha keluar dari lobang roma, hal tersebut akan mengakibatkan eksim, papul,…. gatal-gatal dan lain lain.

3. Penyakit Hati
Hati merupakan penyaring tubuh. Hati akan berinteraksi dan membersihkan toksin dalam tubuh. Hati yang sakit adalah seperti penyaring yang tersumbat dengan debu yang tidak dapat berfungsi dengan efektif. Hati tidak dapat berfungsi mengeluarkan empedu yang mencukupi bagi mencerna lemak dalama makanan. Lapisan lemak akan akan menumpuk disekeliling makanan sehingga lebih sulit dicerna. Apalagi bila kita memakan makanan dengan minyak yang berlebihan, hati akan dibebani dengan bahan bahan berlemak. Sedangkan empedu yang dipenuhi toksin akan mengalir kembali ke darah yang kemudian menyebabkan sakit kuning (jaundis). Toksin ini juga mungkin mengeras dan menjadi batu dalam kantong empedu.

4. Penyakit Jantung & Tekanan Darah Tinggi
Sisa sisa pembuangan didalam saluran darah akan menghambat kelancaran darah.

Hal tersebut mengakibatkan jantung terpaksa kerja lebih keras untuk membantu perjalanan darah melalui saluran yang tersumbat.
 
Hal tersebut menyebabkan pembesaran jantung dan selanjutnya mengakibatkan penyakit jantung. Sementara itu tekanan yang dilakukan terhadap saluran darah akan mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Ginjal dan sistim endokrin dalam usahanya membersihkan kotoran didalam tubuh akan merembeskan berbagai elemen kimia. Hal tersebut juga akan mengakibatkan tekanan darah semakin tinggi, Tanda permulaan tekanan darah tinggi adalah pening kepala, pingsan, sesak nafas, denutan jantung yang cepat, berkeringat dan lain lain.
 
Seandainya tekanan darah meningkat terlalu tinggi, salurah didalam otak mudah pecah mengakibatkan stroke.

5. Kantong Empedu dan Batu Ginjal
Toksin yang menumpuk didalam kantong empedu atau buah pinggang mengeras menjadi batu (dari sebesar sebutir pasir sampai sebesar telor angsa)

6. Pengerasan Saluran Darah
Apabila sisa sisa pembuangan beracun melekat pada dinding saluran darah dan menghambat peredaran darah, saluran darah ini lama kelamaan akan mengeras dan menebal. Oleh karena itu jantung kita terpaksa bekerja lebih keras untuk memompa darah ke sel sel tubuh melalui saluran darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan tekanan darah tinggi, pembekuan darah, lemah jantung dan stroke.

7. Sakit Persendian dan Tulang Linu
Bagian persendian tulang kita dilapisi oleh tisu tisu lembut elastis, yang diketahui sebagai tulang rawan, disamping itu persendian tulang kita merembeskan cairan yang memperlicin pergerakan tulang. Cairan ini harus cukup bersih tanpa toksin untuk menjadikan persendian kita lebih kuat. 

Apabila tubuh kita mengandung toksin yang bersifat asam, sendi kita akan membengkak dan bagian ujung tulang menjadi kasar dan bergerigi, tulang rawan akan mudah kering dan hancur dan akhirnya cairan endokrin akan benar benar kering, mengakibatkan tulang bergeser satu sama lain. Hal tersebut mengakibatkan sakit persendian atau atritis.
 
Apabila toksin tersebut berakibat buruk terhadap otot-otot, kita akan mengalami tulang linu atau rematik

8. Tumor
Tumor diakibatkan dari sisa sisa pembuangan bertoksin yang menumpuk diberbagai tisu tubuh.

9. Demam
Demam ialah cara tubuh kita membersihkan diri sendiri. Apabila sel darah putih melawan racun didalam tubuh, tingkat metabolisme semakin cepat mengakibatkan tubuh kita demam

10. Perut Kembung
Makanan yang tidak dapat dicerna akan membusuk didalam usus menghasilkan gas yang berbau. Sebagian besar gas tersebut mengalir kembali kedalam darah yang menyebabkan kertosinan. Gas tersebut juga mungkin mengalir dari usus kedalam perut dan selanjutnya mengakibatkan sedu dan buang angin. Gas tersebut juga menghasilkan bau busuk dan rasa asam dimulut.

11. Kerusakan Gigi
Kerusakan gigi atau penyakit mulut yang lainnya juga diakibatkan oleh sisa sisa pembuangan bertoksin. Sisa pembuangan tersebut melarutkan lapisan enamel dibagian luar gigi lalu merusak susunan dalam. Sehingga gusi kita semakin rusak, berdarah dan mengakibatkan semua gigi akan menjadi longgar dan tanggal.

12. Sembelit
Sembelit merupakan penyebab utama berbagai penyakit. Apabila sisa pembuangan bertoksin menumpuk pada dinding usus, usus kita akan ditutupi oleh lapisan selaput tebal dan berat. Hal tersebut menyebabkan proses pengeluaran yang membantu pencernaan semakin berkurang. Akibatnya bahan-bahan yang tidak dapat dicerna akan menyebabkan penyakit gastrousus.

Apabila toksin semakin bertambah sehingga menyumbat saluran pengeluaran, usus kita mejadi lebih keras dan tebal, hanya sebagian kecil makanan dapat melalui usus yang sempit tersebut. Walaupun penderita tersebut membuang air besar setiap hari, namun toksin yang melapisi dinding usus tersebut sudah mulai meracuni darah. ditambah lagi dengan gas bertoxin didalam usus yang akan diserap dan disebarkan kembali sehingga menyebabkan berbagai penyakit.

Sebagian orang menggunakan perangsang untuk menangani masalah sembelit yang kronis, namun hal itu lebih mempersulit keadaan. Pencahar bertindak merangsang dinding usus untuk mempercepat pengeluaran, namun penggunaan pencahar berlebihan akan memperlemah dinding usus. akhirnya dinding usus tidak akan berfungsi tanpa penggunaan pencahar, bahkan pencahar mungkin menggunakan air dari dalam tubuh untuk mencairkan sisa pembuangan bertoksin, sehingga menyebabkan mencret atau dehidrasi.

Sebagian orang lagi memakai laksatif untuk mengurangi sembelit. Laksatif dapat memperlancar sisa sisa pembuangan beracun agar dapat dikeluarkan dengan lancar melalui usus. Penggunaan bahan ini mengganggu pencernaan dan menghambat penyerapan vitamin A,D dan E. Oleh karena itu, anda tidak disarankan memakai pencahar atau laksatif dalam keadaan apapun. Tubuh kita harus dibiarkan kembali ke tahap murni dan sehat agar sisa pembuangan dapat dikeluarkan secara alami.

13. Terlalu Gemuk & Kurus
Bentuk tubuh yang tidak normal biasanya berasal dari tingkat metabolisme yang berlebihan.

Mereka yang berbadan gemuk mengandung lemak yang berlebihan yang penuh dengan sisa-sisa pembuangan, sementara mereka yang berbadan kurus tidak berupaya menyerap zat zat makanan dengan efektif akibat tidak dapat mencerna yang diakibatkan oleh metabolisme sisa sisa pembuangan.

READ MORE - Jenis Penyakit Karena Penumpukan Toksin

Kamis, 12 Maret 2009

Toksin & Detoksifikasi

Sekilas tentang Toksin (racun) dan Detoksifikasi (proses pengeluaran / pemusnahan racun) 
Apakah anda punya masalah sembelit, demam, flu, kelebihan berat badan, selulit, kadar kolesterol darah berlebihan, lesu kronis, penyakit/gangguan kulit, sindrom pramenstruasi, kehilangan gairah seks, penuaan dini, tumor, penyakit-penyakit degeneratif (hipertensi, stroke, penyakit jantung koroner, diabetes, kadar usam urat berlebihan, dll.), serta penyakit-penyakit infeksi yang tak kunjung sembuh?
Tahukah Anda bahwa akar dari masalah-masalah tersebut adalah karena adanya timbunan ampas tubuh Anda?

TOKSIN bukan hanya ampas dari makanan yang kita makan dan makanan-makanan yang tidak tercerna, tetapi juga bisa berasal dari zat makanan aditif, udara tercemar, bahan kimia seperti pestisida, logam berat dalam air minum, residu obat-obatan farmasi, dll. Bahkan pikiran dan emosi negatif juga merupakan racun bagi sel-sel tubuh kita. Semua ampas atau zat yang tidak diperlukan tubuh akan diperlakukan sebagai racun (toksin) atau penyakit. Ampas atau toksin juga diproduksi secara alamiah oleh tubuh kita sendiri. Ini merupakan proses metabolisme sehingga tidak dapat kita hindari. Setiap hari di dalam tubuh terjadi pembelahan sel-sel baru.

Sementara itu sel-sel yang sudah tua akan menjadi aus, mati, dan menjadi ampas. Dalam kondisi normal, ampas akan dikeluarkan secara teratur setiap hari melalui sistem pembuangan tubuh. Buang air besar setiap hari bukan jaminan bahwa proses pembuangan kita normal. Jika salah satu atau beberapa masalah tersebut merupakan keluhan Anda, berarti pengeluaran ampas dari tubuh Anda belum optimal! Penyakit terjadi apabila proses pembuangan tidak optimal dan toksin mulai merusak jaringan organ-organ vital. Dalam sejumlah hasil penelitian disebutkan kondisi racun berlebihan (toxicity) erat hubungannya dengan penuaan dini, menyebabkan terjadinya penyakit-penyakit degeneratif (liver, jantung, diabetes, kanker, dll.), dan menurunkan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, racun harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Caranya, dengan detoksifikasi (detoks).


BAHAYA TOKSIN
Sel-sel tubuh kita tertekan dalam kondisi yang penuh toksin, jenis toksin : 
A. Eksotoksin (Toksin dari Luar)
1. Toksin dari Makanan
  • Makanan yang dimasak di bawah suhu tinggi
  • Makanan yang dipanggang mengandung bahan Karsinogen (Arcrylamide)
  • sisa racun kimia dan serangga yang tertinggal pada sayuran dan buah-buahan, (Racun serangga DDT boleh mengakibatkan Kanser)
  • Kandungan hormone beta-agonist dan antibiotic dalam daging, (Anak-anak yang makan burger = antibiotic + hormone + beta-agonist)
  • Makanan terproses : pewarna, pewangi, kandungan gula tinggi, kandungan lemak tinggi, pengawet, bahan tambahan
2. Toksin dari Minuman
  • Bahan buangan kimia
  • Logam berat
  • Mikroorganisma
3. Toksin dari Udara
  • Dioxin
  • Radioaktif
  • Sinaran Ultra Ungu
  • Radikal Bebas
4. Toksin dalam kehidupan sehari-hari
  • Bahan Pewarna
  • Bahan Kosmetik
  • Bahan Pemutih
  • Petrol (asap kendaraan)
B. Endotoksin (Toksin dari Dalam)
  • Toksin dari Gangguan Emosi
  • Toksin Bahan Buangan Metabolisme
  • Kotoran yang tersumbat Dalam Usus
Sel-Sel tubuh yang tertekan dalam kondisi yang penuh toksin, dikarenakan :
  • Makanan yang salah
  • Gaya hidup yang tidak sehat
  • Pencemaran alam sekitar
  • Gangguan emosi dan tekanan
Toksin ialah penyebab penyakit kronik :
Kanker payudara, Kanker paru-paru, Kanker usus, Kanker hati, Kanker kandung kemih


Detoksifikasi merupakan investasi kesehatan yang paling utama (kualitas sel yang baik menentukan kesehatan Anda)
Lanjut ke Materi Detoksifikasi
READ MORE - Toksin & Detoksifikasi