Senin, 04 Januari 2010

Makanan Berkemampuan Detoksifikasi

BERBAGAI reaksi kimia kompleks secara terus menerus berlangsung di dalam tubuh. Proses ini menghasilkan sampah yang harus dikeluarkan. Sampah sisa proses kimia  termasuk zat dari obat-obatan dan zat-zat berbahaya yang dihirup dari lingkungan juga ikut terakumulasi di dalam tubuh, padahal perlu dikeluarkan. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan diet mengonsumsi makanan yang bisa mencegah pembentukan racun dan membantu mengeluarkannya. Berikut pola diet yang bisa membantu Anda memerangi pembentukan racun di dalam tubuh.

Pastikan mengonsumsi paling tidak satu takar jenis sayuran ini (termasuk brokoli, kol bunga, buah bit, sayuran kol, lobak, selada, dan kubis) setiap harinya.  Ada baiknya mengganti snack yang berlemak dengan sayur mentah yang telah dipotong-potong.

Konsumsi bawang putih dan bawang merah. 
Jangan lupa mengonsumsi bawang merah dan putih setiap harinya, baik sebagai penambah rasa di menu utama atau dikonsumsi mentah bersama sandwich. Makanan ini berfungsi meningkatkan aktivitas enzim yang membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh. Dengan begitu, proses pengeluaran racun akan lebih cepat. Berusalah makan 2-5 siung bawang putih setiap minggu. Idealnya, bawang putih bisa dikonsumsi setiap hari.

Ikan. 
Jangan lupa mengonsumsi oily fish seperti tuna, salmon atau sarden paling tidak 2 kali seminggu.

Daging dan unggas. 
Pilihlah daging yang rendah lemak dan unggas, konsumsi dalam porsi kecil, kurangi frekuensi konsumsi makanan berbahan dasar daging, dan perhatikan cara memasaknya. Daging merah jika dimasak dengan suhu tinggi akan menghasilkan substansi racun yang dikenal dengan nama  amines (HAAs) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Kedua zat ini berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, daging dan ikan asap juga merupakan sumber racun yang dikenal dengan nama nitrosamines. Zat-zat kimia ini selanjutnya akan diubah menjadi zat yang lebih beracun lagi oleh enzim detoksifikasi yang overaktif.

Protein tumbuhan. 
Mulailah mengonsumsi lebih banyak protein tumbuhan dibandingkan protein hewan. Anda bisa mendapatkan protein dari makanan seperti susu, telur, tahu dan organ daging seperti liver yang mengandung lebih sedikit atau bahkan ada yang tidak mengandung racun heterocyclic aromatic amines (HCA-toxin). Cobalah menggunakan produk kedelai mulai dari bijinya, susu, keju dan tahu.

Biji-bijian dan kacang-kacangan. 
Biji-bijian seperti biji bunga matahari, biji labu atau biji wijen dan kacang-kacangan merupakan pilihan snack yang sehat disamping yogurt dan buah.

Telur. 
Sebutir telur rebus bisa menjadi sumber protein yang bagus, mudah dibawa, murah dan bisa digunakan sebagai snack dan hanya mengandung sedikit atau ada juga yang tidak mengandung heterocyclic aromatic amine (HCA).

Daging dan vitamin C. 
Hindari ikan dan daging asap sebisa mungkin. Tetapi jika harus mengonsumsinya dalam acara tertentu, pastikan disertai dengan vitamin C dosis tinggi (jus lemon atau tomat) yang berfungsi membantu menetralkan efek nitrosamines.

Sumber : Media Indonesia

4 Comments:

iyha mengatakan...

makasih infonya...
bermamfaat banget...

Diva mengatakan...

wah harus hati-hati ya sama makanan, makasih ya infony :D

Kang Juned mengatakan...

@Diva :
yup betul sekali, makanan yang enak belum tentu baik untuk pencernaan dan menyehatkan.

melilea skin care mengatakan...

Bermanfaat informasinya, moga usaha Melilea Organik nya lancar ya

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...