Sabtu, 28 November 2009

Tubuh Sang Perokok

Menurut World Health Organization (WHO), bahwa Setiap 6,5 detik satu meninggal karena merokok. Riset memperkirakan bahwa orang yang mulai merokok pada usia remaja (70% perokok mulai pada usia ini ) dan terus menerus merokok sampai 2 dekade atau lebih, akan meninggal 20 – 25 tahun lebih awal orang yang tidak menyentuh rokok. Rokok bukan hanya menyebabkan kanker paru-paru, penyakit jantung dan masalah kesehatan yang serius, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Berikut ini gambaran dari tubuh seorang perokok

Klik pada gambar untuk memperbesar

RAMBUT RONTOK. 
Rokok memperlemah system kekebalan, sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit seperti lupus erythematosus yang menyebabkan rambut rontok, sariawan mulut dan erupsi cutan (bintik merah), kulit kepala dan tangan.

KATARAK. 
Merokok dapat dipercaya dapat memperburuk kondisi mata. Katarak, yaitu memutihnya lensa mata yang menghalangi masuknya cahaya dan menyebabkan kebutaan, 40 % terjadi pada perokok. Rokok dapat menyebabkan katarak dengan cara mengiritasi mata dengan terlepasnya zat-zat kimia dalam paru yang oleh aliran darah sampai kemata.

KULIT KERIPUT. 
Merokok dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit karena rusaknya protein yang berguna untuk menjaga elastistas kulit, terkikisnya vitamin A dan terhambatnya aliran darah. Kulit perokok menjadi kering dan keriput terutama di daerah bibir mata.

HILANGNYA PENDENGARAN. 
Karena tembakau menyebabkan timbulnya endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menghambat laju aliran ke dalam telinga bagian dalam, perokok dapat kehilangan pendengaran lebih awal dari pada orang yang tidak merokok atau lebih mudah kehilangan pendengaran karena infeksi telingan atau suara yang keras. Lebih beresiko untuk terkena infeksi telinga bagian tengah yang dapat mengarah pada komplikasi yang lebih jauh seperti meninggatis dan paralis wajah, bagi perokok resikonya 3 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak merokok.

KANKER KULIT. 
Merokok mengakibatkan kemungkinan kematian lebih tinggi akibat memperparah penyakit yang diderita. Diduga bahwa perokok beresiko menderita cutaneus squamus cell cancer, sejenid kanker yang meninggalkan bercak pada kulit. Perokok beresiko 2 kali lebih besar terkena kanker tersebut dibandimgkan yang tidak merokok.

KARIES. 
Rokok mempengaruhi kesimbangan kimiawi dalam mulut sehinga kondisi mulut lkebih asam, membentuk plak yang berlebihan membuat gigi menjadi kering sehingga mempercepat terjadinya karies. Perokok beresiko kehilangan gigi mereka 1,5 kali lipat.

EMPHYSEMA. 
Selain kanker paru, merokok menyebabkan emphysema, yaitu pecahnya kantong pernafasan yang mengurangi kapasitas paru untuk mengambil oksigen, dan mengeluarkan karbondioksida. Pada saat keadaan ekstrem, perlu dilakukan trakheostomi untuk bernafas. Sebuah pipa terbuka dimasukkan ke dalam trachea untuk membantu udara masuk ke dalam paru. Bronkhitis kronis terjadi akibat timbunan kendir, terasa sakit bila batuk dan kesulitan bernafas.


Apakah Anda merokok? Apakah Anda ingin berhenti merokok? Di bawah ini mungkin bisa memberikan inspirasi bagi Anda.

20 menit setelah berhenti merokok:
  • Penurunan tekanan darah.
  • Penurunan denyut nadi.
  • Peningkatan suhu tubuh di lengan dan kaki.
8 jam setelah berhenti merokok:
  • Kadar karbon monoksida di dalam darah turun menjadi normal kembali.
  • Kadar oksigen di dalam darah meningkat menjadi normal.
24 jam setelah berhenti merokok:
Kemungkinan serangan jantung menurun.

48 jam setelah berhenti merokok:
  • Ujung-ujung saraf mulai tumbuh kembali.
  • Kemampuan untuk mencium dan merasakan mulai membaik.
2 minggu-2 bulan setelah berhenti merokok:
  • Sirkulasi meningkat.
  • Semakin mudah berjalan.
  • Fungsi paru-paru mulai berkembang.
1-9 bulan setelah berhenti merokok:
Risiko berlebih akan penyakit jantung koroner menurun setengah dibandingkan dengan perokok lainnya.

Keuntungan jangka panjang:
  • 5-15 tahun setelah berhenti, risiko terkena stroke berkurang dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pernah merokok.
  • 10 tahun setelah berhenti, risiko terkena kanker paru-paru menurun sampai setengahnya dibandingkan dengan orang yang terus merokok. Risiko kanker mulut, tenggorokan, esofagus, kandung kemih, dan pankreas menurun. Risiko maag juga menurun.
  • 15 tahun setelah berhenti, risiko jantung koroner sama dengan orang-orang yang tidak merokok. Risiko kematian kembali pada tingkat orang-orang yang tidak pernah merokok.
Tulisan diatas saya ambil dari beberapa sumber, antara lain :

7 Comments:

Joseph mengatakan...

dasyattt dan mengerikan...

JUNARDI mengatakan...

Bener pak .. liat gambarnya aja udh mengerikan, sudah saat nya para perokok untuk menyadari bahayanya merokok, dan sudah saatnya para perokok untuk berhenti merokok.

Arif.Ust mengatakan...

Alhamdulilah untung saya gak merokok semoga keturunan saya juga tidak merokok

Anonim mengatakan...

Lebih baik tidak usah merokok atau mencoba-coba,
klo udah suka, susah berentinya.

Anonim mengatakan...

bapak saya 2 kal;ou suruh berhenti merokok g bisa katanya kalo ng merokok badanza lemas kepala pusing dan lidah rasa pait gimana y caranya agar bapak saya berhenti merokok

Berhenti Merokok mengatakan...

Dapatkan tips Berhentimerokok di Berhentimerokok.net
Dan cara Berhentimerokok di https://cara-tipsberhentimerokok.blogspot.com/

Berhenti Merokok mengatakan...

Dapatkan tips Berhentimerokok di Berhentimerokok.net
Dan cara Berhentimerokok di https://cara-tipsberhentimerokok.blogspot.com/

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...