Kamis, 09 Juli 2009

Melilea Grand Success Seminar

Salam Sukses!
Melilea sangat fokus untuk melakukan seminar-seminar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Salah satu yang terbesar tahun 2009 ini adalah GRAND SUCCESS SEMINAR yang akan diadakan di :

Tempat : Istora senayan Jl. KTT Senayan Jakarta
Tanggal : Minggu, 02 Agustus 2009
Jam : 12.00 - 18.00
Tiket : 50.000,- (dapat Kaos)

Acara ini akan dihadiri oleh ribuan Melilean dari seluruh Indonesia.

Untuk pemesanan silahkan sms/telp Ridlo 08159540222

Sampai ketemu di Senayan
READ MORE - Melilea Grand Success Seminar

Kamis, 18 Juni 2009

Susah Buang Air Besar (BAB)

Susah buang air besar (BAB) tidak hanya terjadi pada orang dewasa, bahkan mulai dari batita sampai orang tua, baik laki-laki maupun wanita dan bisa terjadi kapan saja.
Susah buang air besar (BAB) akibat kekurangan serat dalam menu makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menyebabkan kanker usus.
Jumlah penderita penyakit tsb di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan. Padahal, aktivitas BAB yang normal adalah yang dilakukan secara rutin setiap hari. Jika seseorang tidak BAB setiap hari berarti tidak normal.

“Karena susah BAB itulah maka ada risiko timbulnya kanker usus. Semakin sering mengalami susah BAB seperti BAB yang tidak setiap hari atau BAB yang disertai keluhan keras atau mengejan, berdarah atau tidak tuntas, semakin memicu munculnya kanker usus,” katanya dalam pertemuan ilmiah tahunan Farmakologi di Jakarta. Sedang RS Kanker Dharmais menemukan 6,5 persen dari pasien yang menjalani pemeriksaan kolonoskopi ternyata sudah menderita kanker usus,” ujar dia.

Merujuk pada penelitian terbaru dari EPIC (European Prospective Investigation into Cancer & Nutrition) dan AICR (American Institute for Cancer Research) Mei lalu, Purwantyastuti menyatakan bahwa dengan mengkonsumsi serat setiap hari dengan porsi yang cukup akan mengurangi risiko kanker usus hingga 40 persen di masyarakat Eropa dan 27 persen di AS.

Menurutnya, konsumsi serat di Indonesia hingga saat ini masih sangat kurang. Berdasarkan penelitian, konsumsi serta masyarakat Indonesia jauh lebih rendah dari masyarakat Eropa dan AS yang rata-rata 15 gram setiap harinya. Sedang masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi serat hanya 10,5 gram setiap harinya. Serat merupakan colonic broom yang berfungsi untuk menghilangkan zat atau kotoran yang tidak berguna dari usus. Hal ini dikarenakan zat atau kotoran yang terlalu lama mengendap di usus akan menyebabkan kanker usus.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Tidak sulit kok, dengan produk GFO Melilea semua masalah tersebut diatas bisa sangat cepat diatasi, cara ini sangat disarankan karena tanpa resiko, efek samping, dan reaksi yang sangat cepat, tentu dengan cara konsumsi yang benar. Semua kotoran yang mengendap dalam usus anda akan di bersihkan oleh GFO Melilea. Oh ya GFO Melilea ini bukan Obat, melainkan makanan organik bintang 5 yang sangat di sarankan oleh dokter.

Sekali lagi jangan sepelekan masalah susah BAB ini, karena efeknya akan bisa beraneka ragam penyakit akan muncul.

READ MORE - Susah Buang Air Besar (BAB)

Cara Mengkonsumsi Melilea GFO

Melilea Organic Fasting (Puasa Organic) By. Prof Dr. Hendry Chang Na.Phd

Berpuasa adalah satu-satunya teraphy penyembuhan natural yang terbaik, Puasa bukan hanya memiliki fungsi teraphy tapi yang terutama adalah mencegah timbulnya berbagai gejala penyakit, sebagai penyembuh berbagai macam penyakit, fisik dan psikis.

Dan sekarang berpuasa merupakan salah satu metoda tercepat dalam proses detoksifikasi, proses pembuangan toksin dan penyembuhan berlangsung dengan optimal. Dalam berpuasa bukan berarti tidak makan dan minum, kita menghindari makanan padat ( mis : nasi, roti, daging, tepung serta gula) jadi hanya mengkonsumsi dalam bentuk cairan atau jus. Komponen-komponen dalam berpuasa adalah Melilea Greenfield Organic, air putih, jus buah, sayur bening yang akan membantu dalam pembuangan racun dalam tubuh.

Kita tidak perlu takut bahwa tubuh kita akan kekurangan gizi selama berpuasa, karena seluruh kebutuhan tubuh akan vitamin, nutrisi, dan kalori di cukupi olah jus organic melilea ( jus sayur dan buah hampir 30 macam) dengan tingkat asimilasi tinggi yang membutuhkan sedikit proses pencernakan.

Puasa meningkatkan proses pembuangan racun dari usus halus, usus besar (Colon), hati (Liver), ginjal, Paru-paru, Pankres dan kulit. Salah satu cara efektif berpuasa adalah dengan melakukan puasa Organic selama 7 hari, jika berpuasa kurang dari 3 hari anda tidak akan mendapatkan hasil yang optimal, karena proses pembersihan belum sampai pada titik puncak, awal akan muncul rasa lapar hari berikut nya sudah tidak masalah.

Beberapa gejala yang timbul selama berpuasa ( hanya 1 smp 2 hari saja, tapi kalau memang tubuh bermasalah bisa sampai 1 minggu ):

- Sakit kepala
- Sensitivitas meningkat ( suara, sentuhan, bau )
- Selaput putih pada lidah menebal
- Mulut dan nafas, tubuh ataupun urine menjadi bau
- Rasa haus
- Mens tidak habis selama 2 minggu
- Mual, muntah Dsb nya.

Sebuah gejala yang timbul adalah merupakan tanda bahwa bereaksi tubuh anda dalam proses detoks dan proses metabolisme pada setiap orang berbeda-beda. ( pencegahan dengan minum air yang banyak )
  • JADWAL PUASA
Melilea Organic yang baik Jam 7.00 12.00 18.00

Buah apel di juice ( jgn ada kulit ) Jam 10.00 15.00 20.00
  • Cara mengkonsumsi Organic Melilea :
Tuangkan air putih dingin 300 cc kedalam cangkir tutup / gelas tuperware tutup lalu masukkan Greenfield Organic di tutup langsung di kocok kira-kira 6 kali kemudian langsung di minum ( tidak boleh di diamkan akan terjadi proses pengentalan ). Tidak ada rasa dan bisa di campur dengan Soya ( susu kacang ) / Madu sedikit / Juice buah. Jangan lupa 30 menit kemudian minum air yang banyak.

Yang bermasalah sakit maag disarankan makan nasi beberapa sendok saja, setelah itu minum greenfield Organic. 30 menit kemudian minum air sebaiknya 750 cc.

Minggu pertama : 1 sendok Greenfield Organic sebanyak 3 kali dalam sehari
Minggu ke dua : 1.5 sendok Greenfield Organic sebanyak 3 kali dalam sehari

dan Minggu ke tiga : lanjutkan 2 sendok sampai kesehatan kita pulih kembali dan pembuangan kotoran kita ber warna kuning mas.
  • Cara Pelan :
Hari pertama : 1 sendok Greenfield Organic 1 hari 1 x

Hari kedua : 1 sendok Greenfield Organic 1 hari 2 x

Hari ketiga : 1 Sendok Greenfield Organic 1 hari 3 x

Minggu ke 2 : 1,5 sendok Greenfield Organic 1 hari 3 x

Minggu ke 3 : 2 sendok Greenfield Organic 1 hari 3 x dan seterusnya
  • Cara sangat Pelan :
Minggu pertama : 1 sendok Greenfield Organic 1 hari 1 x

Minggu kedua : 1 sendok Greenfield Organic 1 hari 2 x

Minggu ketiga : 1 sendok Greenfield Organic 1 hari 3 x

Ukuran sendok sudah ada di dalam Greenfield Organic. Kalau saudara ambil yang botol besar maka di konsumsi ½ dari aturan di atas.

(Kalau untuk maintenance kesehatan kita bisa mengkonsumsi 1 hari 1 kali saja setiap pagi sesudah sarapan ) Untuk yang ada keluhan penyakit : Luka Diabetes, Kudis/Enzim, luka bakar disarankan untuk mengkonsumsi greenfield dan menaburkan bubuk Greendfield Organic ke yang bermasalah sampai sembuh. Greenfield Organic bisa di pakai untuk masker wajah, tangan dan kaki seminggu 1 x selama 15 menit ( Untuk kulit yang mudah ngelupas bisa lakukan 2 minggu 1 x saja ).

Hanya mengkonsumsi Melilea Organic di maksudkan untuk mengistirahatkan total system percernakan. Bila mengunyah atau makan buah berarti enzim bekerja, pada saat terapi puasa Organic akan membantu mengeluarkan akumulasi toksin ( kotoran yang keras melekat lama sepanjang dinding usus yang tidak bisa keluar secara alami ). Kalau tidak di keluarkan akan menjadi racun dan terserap kedalam tubuh, lalu beredar dalam sirkulasi darah , merusak jaringan tubuh, menurunkan vitalitas & imunitas serta menimbulkan berbagai macam penyakit.

Dalam tubuh kita terdapat berbagai macam organ eliminasi yang berfungsi untuk mengeluarkan racun-racun dari dalam kulit, paru-paru, hati, ginjal dan usus besar (Colon).

Dengan mengkonsumsi Melilea Organic cocok sakit maag ( arena mengenyangkan dan maag bisa sembuh kembali , dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membantu masalah pencernakan, masalah kulit bisa ter atasi ( jerawat, eksim, elergi), Stroke, Diabetes ( harus kurangi berat badan, gula dan karbohidrat). Olah raga sangat penting dalam memperlancar proses detoks lewat keringat.
READ MORE - Cara Mengkonsumsi Melilea GFO

Kamis, 21 Mei 2009

Artis dan Makanan Organik

Tingginya bahaya polusi dan hal-hal yang berbau kimiawi, mengundang sebagian orang untuk mulai menyadari pola hidup sehat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan organik, yakni bahan makanan yang bebas kimia.
Beberapa artis pun mengikuti tren positif makanan organik.
Artis Meriam Belina sebagai konsumen Produk Melilea
Ratna Listy sebagai salah satu dari sekian artis konsumen setia Produk Melilea, berhasil membuang toksin dari tubuhnya.
  • Melly Manuhutu, buka toko parsel dan Makanan organik
Saat mengandung tiga tahun lalu, Melly gemar mengonsumsi sayuran organik. Kebetulan, di depan rumahnya di kawasan Ciburial, Puncak, terbentang kebun sayur dan buah organik milik tetangga. Sayangnya, Melly keguguran. Ia kembali ke Jakarta namun tidak meninggalkan hobinya mengonsumsi sayur dan buah organik.
Apalagi, ia sudah merasakan khasiatnya. "Dulu aku sering kena batuk-pilek. Tapi, percaya enggak percaya, selama mengonsumsi segala macam bahan makanan yang organik, aku merasa lebih sehat. Rasanya juga lebih fresh, enak di perut, dan kulit jadi bagus," ungkap Melly.
Tak cuma mengonsumsi, Melly akhirnya mulai berbisnis sayuran dan buah organik. Sistemnya masih delivery. "Kalau ada yang pesan, saya ambil dari perkebunan Permata Hati di Puncak." Jadilah tiap dua kali seminggu Melly turun ke kebun, memilih sendiri sayur dan buah. "Setelah dua tahun dijalani, sekarang saya punya banyak konsumen."
Meningkatnya permintaan, membuat Melly memutuskan membuat kios mungil ukuran 3 X 3 m persegi di bilangan Kemang Timur. Di dalam bangunan berdinding bata itu, terdapat bermacam-macam bahan organik. Mulai dari sayuran, kacang-kacangan, buah, dan umbi-umbian. Belakangan, Melly juga menjual beras dan beras merah organik yang diambil dari Yogya. "Sedangkan ayam dan telur organik, didrop dari Bandung. Juga ada dried food yang diimpor dari Jerman dan Australia, seperti garam, gula, susu, bihun, pasta, minyak goreng, dan lainnya."
Sejak buka kios pertengahan tahun ini, Melly bukan saja bertindak sebagai penjual, tapi juga "juru kampanye". Soalnya, "Banyak yang belum tahu makanan organik. Bahkan di awal-awal promosi, aku sampai bagi-bagi selebaran tentang makanan organik. Kayak juru kampanye," ujarnya sambil tertawa.
Memang, kata Melly, sayur dan buah organik harganya lebih mahal. Apalagi kalau sudah masuk di supermarket, bisa berlipat-lipat harganya. "Kalau aku, sih, enggak mau jual mahal-mahal. Niatku, selain berbisnis, ingin berbagi kepedulian hidup sehat," ujar Melly yang mengaku hanya mengambil sedikit keuntungan.
Mahalnya sayur dan buah orgaik, lanjut Melly, karena penghasil makanan organik masih jarang dan ragamnya masih sedikit. Produksinya pun tergantung musim. "Selain itu, untuk menghasilkan makanan organik, perlu lebih banyak tenaga kerja. Tanaman harus satu per satu diperiksa," ujar Melly yang terobsesi memiliki kebun sendiri plus supermarket tempat ia memasarkan hasil kebunnya.
Kini, menjelang Lebaran, Melly dan suaminya, Prakaca, sedang sibuk menyiapkan parsel berisi makanan organik. Harganya berkisar antara Rp 350 ribu-Rp 750 ribu. "Pikir-pikir, kan, bagus, ya, kalau memberi hadiah makanan sehat. Makanya, sejak awal puasa kemarin, aku sudah mulai bikin," kata Melly yang sudah dapat sekitar 20 pesanan parsel.
  • Sophie Navita dan Makanan Organik
Anak Sampai Pembantu Makan Sayur Organik
Seperti halnya Lucy, Sophie juga tahu soal khasiat makanan organik dari kegemarannya membaca. "Tapi waktu mau cari makanan organik, susah banget. Lalu, waktu hamil, aku berniat mengonsumsi makanan sehat. Nah, mulai, deh, aku hunting makanan organik yang kandungan kimianya betul-betul nol. Waktu itu, hanya bisa didapat di sebuah supermarket yang segmennya orang bule di Jakarta," ujar artis cantik ini.
Meski harganya tiga kali lipat dari bahan makanan yang biasa, "Demi anak yang ada dalam kandungan, saya tetap membeli." Ketika Rangga Namora Putra Bharata (11 bulan) mulai diperkenalkan pada makanan padat, Sophie memberinya sayuran organik.
Waktu itu, cerita Sophie, "Saya sempat frustrasi juga karena kesulitan mencari ragam sayuran organik. Masak Rangga hanya dikasih bayam, wortel, dan tomat setiap hari? Aku sampai mencari ke setiap supermarket besar di Jakarta."
Belakangan, Sophie yang sempat berhenti makan sayuran organik usai melahirkan, memutuskan kembali ke bahan-bahan organik. "Aku pikir, kenapa enggak sekalian buat sekeluarga? Efisien juga, kan, enggak harus belanja dan masak dua kali," kata istri Pongki Jikustik ini. Sejak itu, ia membeli makanan organik dalam partai besar. "Tak hanya sayur dan buah, beras, ayam, gula, kacang-kacangan, dan pasta, juga yang organik." Sampai ke pembantu dan pengasuh anaknya, "Semua sama, makan makanan organik."
Ketika Rangga memasuki usia 10 bulan, Sophie mulai menggunakan garam organik. Pasalnya, garam organik tidak melalui proses bleaching dan lebih alami. "Memang, sih, harganya lebih mahal karena masih impor. Sebungkusnya Rp 18 ribu," kata Sophie yang sekali belanja sayuran bisa menghabiskan sekitar Rp 70 ribu. "Tapi itu untuk 2-3 hari."
Kini, Sophie mengaku mulai merasakan khasiat makanan organik yang dikonsumsinya. Badannya terasa lebih segar, sehat, dan ringan. "Untuk Rangga, hasilnya belum kelihatan banget. Cuma matanya lebih cemerlang. Mungkin karena vitamin yang terkandung dalam sayuran," papar Sophie yang merasa bangga lantaran sang anak sudah doyan makan sayuran dalam bentuk apa pun.
"Artinya, kan, meringankan tugas saya di masa depan, yaitu membiasakan anak untuk melihat sayur sebagai a way of life. Sebagai perempuan, kita punya tugas jadi istri dan ibu. Artinya, kita juga punya tanggung jawab menyehatkan keluarga. Apa yang kita taruh di meja makan, itu yang dimakan anak dan suami. Masak, sih, kita mau taruh sampah atau makanan yang enggak sehat?" katanya panjang lebar.
  • Lucy Rahmawati dan Makanan Organik
Menabung Untuk Hari Depan Yang Sehat
Dari bacaan yang dilahapnya, personel AB Three ini jadi merasa takut karena di mana-mana orang menggunakan pestisida, bahan pengawet, bahan kimia, pengawet, dan lainnya untuk mengolah bahan makanan. "Termasuk untuk makanan bayi. Padahal, semua itu bikin daya tahan tubuh bayi ringkih dan kalau terlalu lama menumpuk di tubuh, bisa jadi racun dan sumber penyakit," ujarnya serius.
Nah, ketika hamil, Lucy tak mau mengambil risiko untuk jabang bayinya. Ia pun mulai rajin mengonsumsi makanan organik. Bahkan setelah anaknya, Keitaro Jose Purnomo (1) lahir hingga sekarang, selalu diberi makanan organik. "Aku, sih, enggak terlalu ketat harus makan makanan organik. Tapi kalau buat Keitaro, suatu keharusan. Jadi, setelah diberi ASI ekslusif dan mulai diperkenalkan pada makanan padat, sejak itu aku kasih jus sayuran atau buah organik," kisahnya antusias.
Yang kerap bikin Lucy pusing, sayuran organik amat tergantung pada musim. "Jika iklimnya tidak mendukung untuk panen, beberapa jenis sayuran susah didapat. Pernah aku sulit sekali menemukan brokoli, wortel, atau tomat. Sudah keliling ke beberapa toko, enggak ketemu juga. Untungnya, sekarang sudah mulai banyak dijual di supermarket. Jenisnya juga mulai beragam."
Ia lalu memberi contoh, "Dulu, mau bikin sayur sop yang bahan-bahannya organik, susah banget. Kentang dan daun seledrinya enggak ada," kata Lucy yang rajin berburu bahan makanan organik dua atau tiga kali dalam seminggu. "Bisa berjam-jam aku muter-muter mencari sayuran organik. Mulai dari yang dekat rumah di kawasan Pondok Indah, hingga dekat rumah orangtuaku di Jatibening. Soalnya, kata Lucy, sayur hanya tahan 2-3 hari sehingga ia harus sering mencari stok sayuran buat buah hatinya. "Untuk Keitaro, aku paling sering beli bayam, wortel, tomat, buncis, dan brokoli."
Sumber protein berupa daging dan ayam untuk anaknya, juga diusahakan memakai yang organik. "Ayam organik juga lebih tahan lama. Kalau menyimpannya bagus, bisa tahan sampai dua minggu. Tapi pernah juga, sih, kehabisan stok ayam organik. Akhirnya terpaksa pakai ayam kampung yang bebas suntikan hormon," kisahnya.
Soal harga yang lebih mahal, Lucy mengaku tidak terlalu mempermasalahkan. Demi anaknya, ia ingin mengupayakan yang terbaik. Jadi, beda Rp 5.000 hingga Rp 10.000, "Enggak masalah. Untuk masalah kesehatan, kita tidak usah lihat harga lagi, deh. Siapa lagi yang menghargai diri kita selain kita sendiri? Jadi, menurut aku, antara harga dan efek positif yang kita dapat, seimbang," kata Lucy yang dalam hal ini mendapat dukungan dari suami.
Targetnya, untuk Keitaro ia akan terus memberi asupan organik minimal sampai usia 5 tahun. Pasalnya, kalau sudah masuk usia sekolah SD, "Anak mulai berteman dan tahu jajan. Tidak bisa setiap saat kita mengontrol."
Masalah khasiat makanan organik, tambah Lucy, tak bisa dirasakan dalam sekejap. "Baru terasa dalam jangka waktu panjang. Mungkin 5-6 tahun lagi baru terasa, kita tidak rentan terhadap penyakit darah tinggi, jantung, kolesterol, dan sebagainya. Jadi, hitung-hitung menabung untuk hari depan yang lebih sehat, deh."
READ MORE - Artis dan Makanan Organik

Sabtu, 16 Mei 2009

Cara Pemesanan Produk

- Dimana saya bisa memperoleh / mendapatkan / membeli produk-produk Melilea?
- Bagaimana caranya saya bisa membeli / memesan produk-produk melilea?
- Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan / memperoleh produk-produk melilea

Cara Membeli / Memesan Produk Melilea :
1. Melalui SMS
  • Cukup SMS ke nomor 0878 8514 8060 (Junardi) atau kirim melalui e-mail : junardy@gmail.com
  • Sebutkan Nama Produk dan Jumlah yang akan dibeli, beserta alamat pengiriman produk yang Lengkap dan Jelas.
  • Kami akan balas SMS anda, nilai yang harus ditransfer
  • Transfer ke rekening saya BCA Cab. Bekasi, nomor 0660 563 563, atas nama Junardi
  • Simpan bukti pembayaran anda, agar sewaktu-waktu ada masalah bisa dijadikan dasar untuk komplain.
  • Ongkos kirim daerah Jabotabek Rp. 5.000,-;
  • Ongkos kirim ke seluruh Indonesia Rp. 30.000,- ; untuk order diatas 1 juta, ongkos kirim Rp. 15.000,-
Atau anda bisa menghubungi Agen / Distributor Melilea dibawah ini :
  • DISTRIBUTOR / AGEN MELILEA JAKARTA
JUNARDI
Bukit Duri Plaza Blok A/10
Jatinegara, Jakarta Timur
Telp : 0878 8514 8060
 
ENNY OCTAVIA (Duren Sawit)
Telp. (021) 32100420 / 0852 1515 3337

FEBRIYANTO RUSNANDAR (Pondok Kelapa)
Telp : 0812 1990 6224
 
RETNO PAMEDARSIH (Jatibening)
Telp : 0813 1540 9181
 
DEWI ANDAYANI (Halim Perdana Kusumah)
Telp : 0813 1020 0072
 
SALFINDAR (Pasar Baru - Jakarta Pusat)
Telp : 0813 8874 7109
  • DISTRIBUTOR / AGEN MELILEA CILEGON
LINA HERLINA
Telp : 0813 19100250
  •  DISTRIBUTOR / AGEN MELILEA Serang - Banten
EKA SETIAWATI
Telp  : 081383064654   
  •  DISTRIBUTOR / AGEN MELILEA Lampung
INDUN YUNARIA
Telp : 0856 5893 6060

TABITA RATIH INDRIASARI
Alamat : TOKO Key Key Komplek Ruko Food City Wah Halim Bandar Lampung
Telp : 0815 665 4623
  • DISTRIBUTOR / AGEN MELILEA Bali
I G A A PUTRI ANDAYANI
Telp : 0812 385 0904
  • DISTRIBUTOR / AGEN MELILEA Bekasi
Ibu SITI NURUL QOMARIYAH
Telp : 021 - 96616575
  • DISTRIBUTOR / AGEN MELILEA Balikpapan
Ibu SUYARTI
Telp : 0542-7031477

SURATNO
Telp : 0878 1585 0808
  • DISTRIBUTOR / AGEN MELILEA Puruk Cahu - Kalimantan Tengah
IBU DIAN ANGGRAINI SP
Telp :  0852 5102 8487
Sehat Jasmani Rohani dan Finansial bersama MELILEA Organic!
Go Green! Go Organic! Go MELILEA!
READ MORE - Cara Pemesanan Produk